Kimia, Distribusi dan Peranan Biologi Kalsium
Kimia dan Distribusi Kalsium
Kalsium
adalah sebuah divalent cation dengan
berat atom 40. Dalam komposisi dasar tubuh manusia, kalsium peringkat sembilan
setelah oksigen, karbon, hidrogen, dan nitrogen, dan itu menyusun 1.9 persen
berat tubuh (18). Analisis mayat menunjukkan bahwa kalsium merupakan 0.1-0.2
persen dari berat awal fetal bebas lemak, meningkat sekitar 2 persen pada berat
dewasa bebas lemak. Dalam istilah sesunggunhnya, ini menunjukkan sebuah peningkatan
dari sekitar 24 g (600 mmol) pada kelahiran ke 1300 g (32.5 mol) pada masa
dewasa, membutuhkan keseimbangan kalsium positif harian rata-rata 180 mg (4.5
mmol) selama 20 tahun pertumbuhan (Gambar 12).

Catatan:
data disediakan oleh Dr. Zanchetta, IDIM, Buenos Aires, Argentina.
Gambar 1. Mineral tubuh
keseluruhan dan kalsium sebagai sebuah fungsi dari umur yang dinyatakan oleh total-body
dual-energy X-ray absorptiometry
Sepersembilan
persen dari kalsium tubuh terletak dalam tulang. Sejumlah 1 % sisanya
didistribusi secara seimbang di antara gigi dan lapisan tipis, dengan hanya 0.1
persen dalam extracellular fluid
(ECF). Dalam tulang kalsium menyusun 25 % berat kering dan 40 % berat abu.. EFC
mengandung kalsium terionisasi pada sekitar 4.8 mg/100ml (1.20 mmol/l)
dipertahankan oleh system vitamin D paratiroid sebaik kalsium kompleks sekitar
1.6 mg/100 ml (0.4 mmol/l). Dalam plasma terdapat tambahan protein terikat
fraksi kalsium 3.2 mg/100 ml (0.8 mmol/l). Dalam kompartmen selular total
konsentrasi kalsium sebanding dengan hal yang ada di ECF, tapi konsentrasi
kalsium bebas lebih rendah (19).
Peranan Biologi Kalsium
Garam
kalsium menyediakan kekerasan pada tulang dan ion kalsium memainkan peran dalam
banyak metabolik proses. Dalam eksoskleton primitif dan shells, kekerasan umumnya disediakan oleh kalsium karbonat, tapi
dalam tulang vertebrata disediakan dalam bentuk kalsium fosfat yang mendekati hydroxyapatite
[Ca10(OH)2(PO4)6] dan disimpan
dalam collagen fibril.
Mineral
tulang memulai sebagai reservoir asal bagi sirkulasi kalsium dalam ECF. Kalsium
memasuki ECF dari usus melalui absorpsi dan dari tulang melalui resorpsi.
Kalsium meninggalkan ECF melalui sistem gastrointestinal, ginjal, dan kulit dan
masuk melalui tulang via bentuk tulang (Gambar 13). Sebagai tambahan,
pengaliran kalsium terjadi melewati seluruh membran sel. Banyak neuromuscular
dan funsi selular lain tergantung pada ketahanan dari konsentrasi kalsium
terionisasi dalam ECF. Pengaliran kalsium juga merupakan mediator dari efek
hormon dalam organ target melalui beberapa jalur sinyal intraselular, seperti phosphoinositide
dan sistem siklik adenosine monophosphate. Konsentrasi cytoplasmic kalsium
ditekan oleh sejenis pompa kalsium, yang mengkonsentratkan kalsium ke dalam
ruang simpat intraselular atau terlempar keluar dari sel yang mengalir dengan
cara difusi. Fisiologi metabolisme kalsium terutama diarahkan kepada
pemertahanan konsentrasi dari kalsium terionisasi dalam ECF. Ini dilindungi dan
dipertahankan melalui putaran bolak-balik melalui reseptor kalsium dalam
kelenjar paratiroid (20), yang mengontrol sekresi hormon paratiroid (lihat
Gambar 10). Hormon ini meningkatkan reabsorbsi renal tubular kalsium,
meningkatkan absorpsi kalsium intestinal dengan cara menstimulasi produksi
renal 1,25-dihyroxycolecaliferol [1,25(OH)2D], dan, jika perlu,
resorb tulang. Bagaimanapun, intergritas
sistem sangat tergantung pada status vitamin D; jika terdapat defisiensi
vitamin D, kehilangan calcaemic action
dapat menyebabkan berkurangnya kalsium terionisasi dan hyperparathyroidism
sekunder dan hypophosphataemia. Ini kenapa defisiensi vitamin D eksperimental
menyebabkan ricket dan osteomalacia di mana defisiensi kalsium menyebakan
osteoporosis.

Sumber:
Anonim. 2006. Calcium. www.umm.edu [20 Mei
2007]
Komentar
Posting Komentar